Monday, January 27, 2014

Teh Kayu Manis “ Cassiavera Tea “

Teh Kayu Manis “ Cassiavera Tea “

Kayu manis yang selama ini dikenal sebagai penyedap masakan dan pengharum makanan, 
sebetulnya
mengandung senyawa aktif yang dapat menangkal kanker hati ganas, menurunkan kadar lemak dan kolesterol, serta menolong para pengidap diabetes melitus. Bagaimana memanfaatkan kayu manis ini ? Sebelumnya ada banyak nah kali ini fokus di kanker hati nya.

Sejak abad ke-16, kayu manis (Cinnamomum burmannii) telah digunakan sebagai bumbu masak. Di dunia terdapat 54 jenis kayu manis (Cinnamomum spp), 12 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Jenis tanaman kayu manis yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah Cinnamomum burmannii BL, lebih dikenal dengan nama Cassia vera.

Kayu manis termasuk dalam famili Lauraceae. Rempah-rempah ini diduga berasal dari Sri Lanka dan India Selatan, meski tumbuh subur di Jawa, Sumatera, India Barat, Brasil, Vietnam, Madagaskar, dan Mesir. Di dunia internasional, kayu manis dikenal dengan nama cinnamon, yang berasal dari bahasa Yunani kinnamon. Kayu manis juga terkenal dengan nama Sweet Wood.

Kayu manis mempunyai bentuk seperti batang yang berdiameter kecil dan ada yang berukuran panjang ataupun pendek. Warna bagian luar dan dalam kayu manis adalah cokelat muda. Sifat kimia kayu manis adalah pedas, sedikit manis, hangat, dan wangi. Hasil utama tanaman kayu manis adalah kulit batang dan dahan, sedangkan hasil ikutan yang berupa ranting dan daun biasanya diolah menjadi minyak atsiri.

Kulit kayu manis dan hasil olahannya banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi, kosmetika, dan rokok. Pemakaian kulit kayu manis dapat dilakukan dalam bentuk asli (bubuk), minyak atsiri, atau oleoresin.
Kayu manis termasuk dalam famili Lauraceae. Rempah-rempah ini diduga berasal dari Sri Lanka dan India Selatan, meski tumbuh subur di Jawa, Sumatera, India Barat, Brasil, Vietnam, Madagaskar, dan Mesir.
Di dunia internasional, kayu manis dikenal dengan nama cinnamon, yang berasal dari bahasa Yunani kinnamon. Kayu manis juga terkenal dengan nama Sweet Wood.
Kayu manis mempunyai bentuk seperti batang yang berdiameter kecil dan ada yang berukuran panjang ataupun pendek. Warna bagian luar dan dalam kayu manis adalah cokelat muda. Sifat kimia kayu manis adalah pedas, sedikit manis, hangat, dan wangi. Hasil utama tanaman kayu manis adalah kulit batang dan dahan, sedangkan hasil ikutan yang berupa ranting dan daun biasanya diolah menjadi minyak atsiri.
Kulit kayu manis dan hasil olahannya banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi, kosmetika, dan rokok. Pemakaian kulit kayu manis dapat dilakukan dalam bentuk asli (bubuk), minyak atsiri, atau oleoresin.
Minyak atsiri kayu manis diperoleh dari kulitt, ranting, dan daunnya, dengan cara penyulingan. Kandungan minyak atsiri dalam kulit kayu manis 1,3-2,7 persen. Sementara itu, oleoresin diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut organik tertentu.

Penurun kolesterol dan lemak
Penelitian Fauzan Azima (2004), mahasiswa Program Doktor di Program Studi Ilmu Pangan IPB menunjukkan, ekstrak kulit pohon kayu manis efektif untuk menghambat pembentukan Low Density Lipoprotein (LDL = kolesterol jahat) di dalam darah.

Penelitian dilakukan dengan pemberian ekstrak kayu manis sebanyak 100-200 miligram per kilogram berat badan kelinci percobaan selama 12 pekan. Pada akhir percobaan ditemukan total kolesterol kelici turun dari 443,3 menjadi 139,1 mg/dl, kadar LDL turun dari 268,5 menjadi 95,8 mg/dl, serta trigliserida turun dad 122,2 menjadi 61,2 mgAl.

LDL disebabkan kolesterol jahat karena berperan rnengangkut kolesterol dari jaringan ke dalam plasma melalui proses enclositosis. Proses ini menyebabkan tingginya kadar kolesterol di dalam darah, sehingga dapat menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Pemberian ekstrak kayu manis juga dapat menurunkan perlemakan pada hati kelinci. Perlakuan yang sama juga menurunkan kadar homosistein, yaitu suatu senyawa yang mendorong terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Kadar homosistein menurun dari 25 mikromol per liter menjadi 9,9 mikromol per liter serum.

Sebaliknya, kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) naik dari 32,4 menjadi 50,0 mg/dl. HDL adalah pembersih kolesterol yang berfungsi memindahkan kolesterol plasma dari sel mati atau membran yang hancur. Orang sehat memiliki rasio LDL terhadap HDL senilai 3,5.

Riset juga menunjukkan, kelinci yang diberi ekstrak kayu manis berisiko terkena aterosklerosis 4,2 kali lebih rendah daripada kelinci yang tak diberi ekstrak. Ekstrak kayu manis juga berpotensi sebagai antihiperkolesterolemia (penurun kolesterol) dan mencegah timbunan lemak di hati.

Disimpulkan, ekstrak kayu manis mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan, antagregasi platelet, antihiperkolesterolemia, serta mampu mencegah perlemakan hati dan pembentukan lesi pada aorta kelinci percobaan.

Menurut Azima (2004), kulit kayu manis tersusun atas senyawa sinamaldehide, turunan dari senyawa fenol. Di dunia kedokteran, senyawa sinamaldehid diketahui memiliki sifat antiagregasi platelet (kolesterol yang menempel di pembuluh darah). Agregasi (pengumpulan) platelet menyebabkan terjadinya aterosklerosis.

Senyawa yang sangat bermanfaat pada ekstrak kayu manis adalah tanin, flavonoid, triterpenoid, dan saponin. Keempatnya berperan sebagai antipenggumpalan sel darah merah, antioksidan, clan antihiperkolesterolemia (penurun kolesterol).

Selain dapat mencegah aterosklerosis, kayu manis diketahui mengandung senyawa antioksidan yang efektif untuk mencegah kanker. Kekuatan antioksidan kayu manis yang diekstrak dengan etanol ternyata lebih baik dibandingkan dengan BHT (antioksidan sintetis) dan tokoferol (antioksidan alami), pada konsentrasi sama. Senyawa fitokimia yang berperan sebagai antioksidan pada kayu manis adalah tanin dan flavonoid. (dikutip dari kompas.com)
Rahasia khasiat madu hingga kini masih menjadi misteri. Bukan hanya orang Timur, masyarakat Barat pun memanfaatkannya untuk penyembuhan. Mau coba resep mereka? Campuran madu dan kayu manis dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit. Madu memang dihasilkan oleh hampir semua negara di dunia. Ayurverdic (penyembuh dengan metode ayurveda) dan pengobatan Yunani telah menggunakan madu sebagai obat selama berabad-abad.

Casiavera Tea, Diformulasikan dari Camellia Sinensis dan Cinnamon berkwalitas yang dibudidayakan secara organik didataran tinggi Gunung Kerinci dan Gunung Raya, telah mendapat sertifikat dari USDA (Amerika )

Casiavera, telah di teliti oleh dua peneliti Amerika AARON W.JENSEN Ph.D & DR. RICHARD ANDERSON dari The Human Nutrition Research of US Departement Of Agriculture. Dimana Casiavera ( Cinnamon ) mengandung METHYL HYDROXY CHALCON POLIMER, yang berfungsi menetralkan & mengurangi :

1. Kadar Gula Darah
2. Mencegah Diabetes
3. Kadar Kolesterol Jahat ( Ldl )
4. Mencegah Kolesterol Tinggi
5. Kadar Lipid ( Lemak )
6. Mencegah Kegemukan
7. Meningkatkan Libido
8. Untuk Vitalitas & Daya Tahan Tubuh
9. Arthritis (radang sendi)
10. Kerontokan Rambut.

Cassiavera tea diformulasikan dari teh hitam berkualitas dan kayu manis
yang mengandung MHCP ( Methylhydroxychalcone Polymer) yang berfungsi untuk mengaktifkan sensitivitas insulin, sehingga mempermudah penyerapan glukosa ( gula) ke dalam sel tubuh serta mengurangi glukosa masuk ke dalam aliran darah yang bisa menyebebkan timbulnya penyakit diabetes.
MHCP juga berfungsi menetralkan kadar kolestrol jahat ( LDL) serta menormalkan kadar lemak cinnamon yang terkandung dalam cassiavera tea berasal dari bahan baku pilihan yang dibudidayakan secara organik dan telah memperoleh sertifikat organik dari USDA.
Dari bahan berkualitas ini dihasilkan Seduhan cassiavera tea yang berwarna merah keeemasan dgn aroma yg khas.

Fraksi paling poten dari ekstrak kayu manis dimiliki oleh perusahaan Integrity Nutraceuticals International di Amerika Serikat. Sumber utama fraksi ekstrak kayu manis paling poten ini diperoleh dari kulit kayu manis "superior" (Cinnamomum Burmannim, Cinnamomum Cassia) yang telah divalidasi untuk memperoleh kadar polimer tipe A paling tinggi. Manfaat pun terbilang "superior" bagi para penderita DM karena dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah, kolestrol, serta memberikan proteksi sebagai antioksidan. Disamping beragam kelebihan tersebut, kayu manis pun dapat membantu membentuk tubuh
(body composing) karena berefek menurunkan lemak tubuh dan meningkatkan massa otot. Untuk sifat antioksidannya, kayu manis bekerja sebagai proteksi dari kerusakan radikal bebas pada senyawa lemak dan protein (Natural Digest Vol. 1 Januari - April 2012)
 
 Hp / WA : 0852 1310 5733
Pin BB :   54F 34E 4D